MANAJEMEN MUTU
• Nama : Abdullah Ilyas Rifky Al Mas'ud
• NIM : 2020020009
• Kelas/Semester : Manajemen A1/Semester 4
• MATKUL : Manajemen Operasional
• Dosen Pengampu : Dr.Supawi Pawenang,SE.,MM.
"MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN"
A) PENDAHULUAN
• Latar Belakang Masalah
Pada kesempatan sebelumnya telah dipaparkan blogger mengenai Jaminan Mutu. Di dalam blogger tersebut telah dijelaskan mengenai jaminan mutu, mutu dan lain-lain. Dalam makalah ini akan dipaparkan mengenai manajemen mutu, bagaimana mengelola kualitas (mutu) khususnya di dunia Pendidikan. Karena secara sederhana manajemen mutu dapat diartikan aktivitas manajemen untuk mengelola mutu.
Pendidikan merupakan bagian penting dari proses pembangunan nasional yang memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan masa depan suatu bangsa. Selain itu, pendidikan merupakan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, di mana peningkatan kecakapan dan kemampuan diyakini sebagai faktor penting pendukung sumber daya manusia dalam mengarungi kehidupan dengan berbagai problematika. Kemajuan di bidang pendidikan akan berpengaruh terhadap pola pikir dan sikap dari sumber daya manusia yang dihasilkannya untuk bisa bertahan dan eksis sehingga selaras dengan kemajuan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Mutu pendidikan bersifat menyeluruh, menyangkut semua komponen,pelaksana dan kegiatan pendidikan, atau disebut sebagai mutu total atau “Total Quality”. Adalah sesuatu yang tidak mungkin, hasil pendidikan yang bermutu dapat dicapai dengan satu komponen atau kegiatan yang bermutu. Kegiatan pendidikan cukup kompleks, satu kegiatan, komponen, pelaku, waktu, terkait dan membutuhkan dukungan dari kegiatan, komponen, pelaku, serta waktu lainnya. Oleh karena itu dalam blogger ini akan membahas judul mengenai "Manajemen Mutu".
• Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan dibahas dalam blogger ini adalah sebagai berikut :
1.Bagaimana Konsep Manajemen Mutu?
2.Bagaimana Prinsip Manajemen Mutu?
3.Bagaimana Asal Mula Implementasi TQM?
4.Bagaimana Tujuan TQM di Sekolah?
5.Bagaimana TQM dalam Konsep Pendidikan Islam?
*TQM : Total Quality Management
B) PEMBAHASAN
• Konsep Manajemen Mutu
Konsep "manajemen mutu" berasal dari 2 (dua) kata yaitu manajemen dan mutu. Kata manajemen berasal dari bahasa Inggris, yaitu management yang berasal dari kata to manage, sinonim to hand artinya mengurusi, to control (memeriksa), to guide berarti memimpin. Selanjutnya pengertian manajemen berkembang secara lebih lengkap.
Menurut Oey liang lee dalam Tri Setiadi, “Manajemen merupakan seni dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengoordinasian, dan pengontrolan atas human and natural resources untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan lebih dahulu.”
• Prinsip Manajemen Mutu
Terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan oleh organisasi dalam mengimplementasikan manajemen mutu, sehingga dapat dicapai suatu kondisi di mana produk atau jasa yang diberikan oleh suatu organisasi dapat dikatakan bermutu. Menurut Uhar Suharsaputra dalam bukunya Administrasi Pendidikan Edisi Revisi ada delapan prinsip manajemen mutu diantaranya yaitu:
1. Fokus Pada Pelanggan.
2. Kepemimpinan.
3. Perbaikan terus-menerus.
4. Keterlibatan personel.
5. Pendekatan proses.
6. Pendekatan sistem.
7. Pengambilan keputusan berdasarkan fakta.
8. Hubungan saling menguntungkan dengan pemasok.
• Asal Mula Implementasi Total Quality Management
TQM memang pada mulanya berasal dan diimplementasikan di bidang industri, seperti di Perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang-barang. Kemajuan yang dicapai oleh perusahaan-perusahaan dalam memproduksi barang dengan mengimplementasikan TQM membuat bidang lainnya tertarik untuk menerapkan TQM, salah satunya adalah perusahaan-perusahaan maupun berbagai instansi penyelenggara layanan jasa, mulai dari rumah sakit, hotel dan restoran, perbankan, hingga sekolah.
Lebih lanjut Jerome S. Arcaro mengungkapkan bahwa jika TQM diimplementasikan secara tepat, ia dapat menjadi metode yang dapat membantu para profesional pendidikan menjawab tantangan lingkungan masa kini. TQM dapat diimplementasikan untuk mengurangi rasa takut dan meningkatkan kepercayaan terhadap penyelenggaraan pendidikan di lingkungan sekolah. Selain sebagai metode, menurutnya TQM juga dapat diimplementasikan sebagai media untuk membangun aliansi antara pendidikan, bisnis, dan pemerintahan. Aliansi pendidikan memastikan bahwa para profesional sekolah atau wilayah memberikan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan program-program pendidikan. TQM dapat memberikan fokus pada pendidikan dan masyarakat. TQM membentuk infrastruktur yang fleksibel mampu memberikan respon cepat terhadap perubahan tuntutan masyarakat. TQM juga dapat membantu sekolah menyesuaikan diri dengan keterbatasan dana dan waktu serta memudahkan sekolah dalam mengelola perubahan.
• Tujuan Total Quality Management di Sekolah
Pada hakekatnya tujuan dari implementasi TQM di sekolah adalah untuk mencapai sebuah kultur perbaikan terus-menerus yang digerakkan oleh semua pihak di suatu sekolah dalam rangka memuaskan pelanggannya. Kemudian Edward Sallis mengungkapkan bahwa tujuan dari diimplementasikannya TQM di sekolah adalah untuk merubah pihak-pihak yang mengoperasikan sekolah menjadi sebuah tim yang ikhlas, tanpa konflik dan kompetisi internal untuk meraih suatu tujuan tunggal, yaitu memuaskan pelanggan.
• Total Quality Management Dalam Konsep Pendidikan Islam
Agama Islam memiliki ajaran yang universal dan konprehensif mencakup seluruh aspek kehidupan manusia yang berfungsi memberikan jalan dan petunjuk bagi mereka untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Sejarah telah mencatatkan bahwa banyak sekali konsep-konsep yang bermunculan di alam ini yang lahir dari tokoh-tokoh muslim yang senantiasa bermujahadah berdasarkan landasan filosofis yang terdapat dalam sumber pokok Islam yaitu: al-Qur’an dan sunnah pada zaman keemasan Islam.
Mengenai manajemen mutu terpadu, seperti konsep Edward Sallis yang mengatakan bahwa manajemen mutu terpadu adalah sebuah filosofi tentang perbaikan secara terus-menerus, yang dapat memberikan seperangkat alat praktis kepada setiap institusi pendidikan dalam memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan para pelanggannya, saat ini dan untuk masa yang akan datang.
Konsep tersebut diperkuat dengan filsafat hidup Rassulullah yaitu “Tiada hari tanpa peningkatan kualitas hidup". Berdasarkan itu, maka jelas bahwa firman Allah SWT dan filsafat hidup Rasulullah tersebut menganjurkan dan mengarahkan pendidikan Islam untuk berbuat secara total dalam rangka mencapai kebaikan dan kualitas terbaik sebagai seorang hamba Allah dan sebagai Khalifah di dunia ini. Dan ini berkaitan dengan konsep manajemen mutu terpadu serta prinsip-prinsip yang ada di dalamnya, terutama masalah kualitas dan totalitas. Adapun indikator atau kriteria yang dapat dijadikan tolak ukur mutu pendidikan Islam yaitu hasil pendidikan, hasil langsung pendidikan (hasil langsung inilah yang dipakai sebagai titik tolak pengukuran mutu pendidikan suatu lembaga pendidikan, misal: tes tulis, skala rating, dan skala sikap), proses pendidikan, instrumen input (alat interaksi dengan siswa), serta siswa dan lingkungan.
C) PENUTUP
• Kesimpulan
Konsep manajemen mutu pada dasarnya berkaitan dengan seluruh kegiatan manajemen berguna mengelola kualitas (mutu).
"Trilogi Juran" mencakup Perencanaan Mutu (Quality Planning), Pengendalian Mutu (Quality Control), dan Perbaikan Mutu (Quality Improvement).
Prinsip Deming :
(1). Menciptakan kepastian tujuan perbaikan produk dan jasa.
(2). Mengadopsi filosofi baru di mana cacat tidak bisa diterima.
(3). Berhenti tergantung pada inspeksi missal.
(4). Berhenti melaksanakan bisnis atas dasar harga saja.
(5). Tetap dan kontinu perbaiki sistem produksi dan jasa.
(6). Melembagakan metode pelatihan kerja modern.
(7). Melembagakan kepemimpinan.
(8). Melembagakan rintangan antar departemen.
(9). Hilangkan ketakutan.
(10). Hilangkan atau kurangi tujuan-tujuan jumlah pada pekerja.
(11). Hilangkan manajemen berdasarkan sasaran.
(12). Hilangkan rintangan yang merendahkan pekerja jam-jaman.
(13). Melembagakan program pendidikan dan pelatihan yang cermat.
(14). Menciptakan struktur dalam menejemen puncak yang dapat melaksanakan transformasi.
Prinsip Manajemen Mutu ada 8 diantaranya yaitu:
(1). Fokus Pada Pelanggan.
(2). Kepemimpinan.
(3) Perbaikan Terus-Menerus.
(4). Keterlibatan Personel.
(5) Pendekatan Proses.
(6) Pendekatan Sistem.
(7). Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta.
(8). Hubungan Saling Menguntungkan Dengan Pemasok.
• Saran
Ketika menginginkan sekolah yang bermutu, maka seorang pemimpin perlu mengelola kualitas secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh stakeholder guna mencapai hal tersebut. Bagi pembaca yang ingin membuat makalah mengenai manajemen mutu, sebaiknya menjelaskan filosofi manajemen mutu, unsur-unsur dan karakteristik manajemen mutu.
D) DAFTAR PUSTAKA
Arcaro, Jerome S., Pendidikan Berbasis Mutu : Prinsip-prinsip Perumusan dan Tata Langkah Penerapan, Terjemahan, Yosal Iriantara, Yogyakarta : 2007.
Danim, Sudarwan, Visi Baru Manajemen Sekolah: Dari Unit Birokrasi ke Lembaga Akademik, Jakarta : PT Bumi Akasara, 2006.
Deni Koswara dan Cepti Triatna, Manajemen Pendidikan: Manajemen Mutu Pendidikan, Bandung: Alfabeta, 2011.
Departemen Agama RI, Al-Qur’an Dan Terjemahannya, Bandung: Diponegoro, 2000.
Fatah, Nanang, Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012.
Gaspersz, Vincent, Total Quality Management, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2008.
Hamalik, Oemar, Manajemen Pengembangan Kurikulum, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006.
Khadim al Haramain asy Syarifain (Pelayan kedua Tanah Suci) Raja Fahd Ibn’ Abd al’ Aziz Al Sa’ud, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Jakarta: Kementerian Agama RI, 1971.
Qomar, Mujamil, Manajemen Pendidikan Islam: Strategi Baru Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam, Jakarta: Erlangga, 2007.
Sallis, Edward, Total Quality Management In Education Manajemen Mutu Pendidikan, Jogjakarta: IRCiSoD, 2012, Terjemah.
Setiadi, Tri, Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan Al-Qur’an Di SD Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, Purwokerto: IAIN Purwokerto, 2015, Tesis.
Suharsaputra, Uhar, Administrasi Pendidikan Edisi Revisi, Bandung: PT Refika Aditama, 2013.
Sulistyorini, Manajemen Pendidikan Islam : Konsep, Strategi, dan Aplikasi, Yogyakarta : Teras, 2009.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1996.
Komentar
Posting Komentar